<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Cahyana Site</title>
	<atom:link href="http://www.cahyana.net/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.cahyana.net</link>
	<description>Media Informasi Ekonomi dan Bisnis</description>
	<lastBuildDate>Sun, 01 Jan 2012 22:50:39 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Diakhir tahun 2011, IHSG kembali ke level 3.800</title>
		<link>http://www.cahyana.net/2012/01/02/diakhir-tahun-2011-ihsg-kembali/</link>
		<comments>http://www.cahyana.net/2012/01/02/diakhir-tahun-2011-ihsg-kembali/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 01 Jan 2012 22:50:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Analisa]]></category>
		<category><![CDATA[Saham]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.cahyana.net/?p=373</guid>
		<description><![CDATA[Pergerakan indeks pada perdagangan saham sepekan lalu terus berfluktuasi meski dalam rentang yang tipis. Investor tampaknya sudah kurang bergairah bertransaksi saham menjelang akhir perdagangan di tahun 2011, dan sudah siap-siap liburan menyambut tahun baru 2012. Tradisi aksi window dressing-pun yang biasanya terjadi di penghujung tahun sepertinya biasa-biasa saja. Indeks sempat tertekan aksi profit taking,namun akhirnya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pergerakan indeks pada perdagangan saham sepekan lalu terus berfluktuasi meski dalam rentang yang tipis. Investor tampaknya sudah kurang bergairah bertransaksi saham menjelang akhir perdagangan di tahun 2011, dan sudah siap-siap liburan menyambut tahun baru 2012. Tradisi aksi window dressing-pun  yang biasanya terjadi di penghujung tahun sepertinya biasa-biasa saja. </p>
<p>Indeks sempat tertekan aksi profit taking,namun akhirnya berhasil rebound menyusul melesatnya bursa Wall Street hingga 1%. Indeks selama sepekan naik 24,841 poin dan kembali ke level 3.800. Jumlah saham yang berhasil ditransaksikan mencapai  20,33 miliar lembar senilai 10,85 triliun rupiah dengan frekuensi perpindahan  saham sebanyak 296.554 kali. Indeks sempat menempati posisi tertinggi di level  3.821,992 dan posisi terendah di level 3.769,214.</p>
<p>Diawal pekan indeks ditutup turun 7,726 poin (0,20%) ke level 3.789,425. Indeks sempat menguat dengan munculnya aksi borong saham. Namun semakin melemahnya bursa-bursa regioanal membuat indeks tekena aksi profit taking dan terjebak di zona merah.</p>
<p>Indeks kian terseret melemahnya bursa regional menyusul keluarnya pernyataan Bank of Japan (BoJ) mengenai tingginya resiko ekonomi akibat dampak krisis Eropa. Selain itu, sentimen krisis Eropa kembali mencuat dengan melemahnya euro ke titik terendah dalam 11 bulan terhadap US dolar, yang dipicu kekhawatiran atas kemampuan Italia dalam menjaga stabilitas keuangannya. Terakumulasinya sentiment negative kian mendorong  investor untuk terus mengurangi portofolio sahamnya.</p>
<p>Setelah terjebak di zona merah selama dua hari bursa berturut-turut, indeks akhirnya berhasil rebound 39,558 poin (1,05%) ke level 3.808,772. Rebound indeks di picu aksi perburuan saham-saham yang sudah murah. Bursa Wall Street yang kembali menguat sekitar 1% berimbas positif ke bursa regional kawasan Asia termasuk BEI. Investor kian bersemangat dengan melupakan sejenak perkembangan krisis Eropa yang masih tak menentu, dan indeks akhirnya ditutup menguat 8,993 poin (0,24%) ke level 3.817,765 pada perdagangan terakhir di tahun 2011.</p>
<p>Prediksi</p>
<p>Pada perdagangan di awal tahun 2012, indeks diperkirakan masih berfluktuasi mengikuti pergerakan bursa-bursa global dan regional. Investor masih terus memantau penyelesaian krisis utang Eropa ditambah peta politik di Timur Tengah yang kembali bergejolak. </p>
<div id="crp_related"><h3>Related Posts:</h3><ul><li><a href="http://www.cahyana.net/2011/12/27/bursa-saham-mulai-sepi-transaksi/" rel="bookmark" class="crp_title">Bursa saham mulai sepi transaksi</a></li><li><a href="http://www.cahyana.net/2011/12/05/optimisme-investor-mulai-pulih/" rel="bookmark" class="crp_title">Optimisme Investor Mulai Pulih</a></li><li><a href="http://www.cahyana.net/2011/11/21/indeks-kembali-dikepung-sentimen/" rel="bookmark" class="crp_title">Indeks Kembali Dikepung Sentimen Negatif</a></li><li><a href="http://www.cahyana.net/2011/12/12/indeks-terganjal-rasa-pesimis/" rel="bookmark" class="crp_title">Indeks Terganjal Rasa Pesimis Tertanganinya Krisis Eropa</a></li><li><a href="http://www.cahyana.net/2011/10/03/investor-memburu-saham-berharga/" rel="bookmark" class="crp_title">Investor Memburu Saham Berharga Murah</a></li></ul></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.cahyana.net/2012/01/02/diakhir-tahun-2011-ihsg-kembali/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bursa saham mulai sepi transaksi</title>
		<link>http://www.cahyana.net/2011/12/27/bursa-saham-mulai-sepi-transaksi/</link>
		<comments>http://www.cahyana.net/2011/12/27/bursa-saham-mulai-sepi-transaksi/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 26 Dec 2011 23:53:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Analisa]]></category>
		<category><![CDATA[Saham]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.cahyana.net/?p=375</guid>
		<description><![CDATA[Indeks pada perdagangan saham sepekan lalu bergreak fluktuatif dengan rentang yang tipis. Para investor tampaknya mulai kurang bergairah ditengah kurang kondusifnya situasi global dan semakin dekatnya liburan panjang. Jumlah saham yang berhasil ditransaksikan mencapai 32,14 miliar lembar senilai 18,02 triliun rupiah dengan frekuensi perpindahan saham sebanyak 522.152 kali. Indeks sempat menempati posisi tertinggi di level [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Indeks  pada perdagangan saham sepekan lalu bergreak fluktuatif dengan rentang yang tipis. Para investor tampaknya mulai kurang bergairah ditengah kurang kondusifnya situasi global dan semakin dekatnya liburan panjang.</p>
<p>Jumlah saham yang berhasil ditransaksikan mencapai 32,14 miliar lembar senilai 18,02 triliun rupiah dengan frekuensi perpindahan saham sebanyak 522.152 kali. Indeks sempat menempati posisi tertinggi di level 3.797,151 dan posisi terendah di level 3.752,338.</p>
<p>Diawal pekan indeks akhirnya berhasil ditutup menguat tipis 1,933 poin (0,05%) ke level 3.770,287, setelah bergerak fluktuatif. Indeks sempat bolak-balik antara zona positif dan negatif, namun menjelang penutupan aksi beli investor berhasil mengangkat indeks keteritori positif.</p>
<p>Investor tampaknya masih gamang dengan kondisi bursa global yang masih labil. Namun dipertengahan pekan kepercayaan diri investor berangsur pulih menyusul mulai terkendalinya situasi global. Indeks melonjak hingga 41.929 poin (1,11%) ke level 3.794,267. Sementara bursa Wall Street melonjak hingga hampir 3% setelah keluarnya data perekonomian Jerman yang menggembirakan dan segera tercapainya kesepakatan antara Yunani dan pemegang surat utang swasta.</p>
<p>Perdagangan saham mulai sepi dengan semakin mendekati liburan panjang, ditambah kabar negatif dari Eropa yang menyatakan perbankan setempat membutuhkan bantuan dana lebih banyak dari perkiraan. Sentimen ini sempat menekan bursa-bursa di Asia termasuk BEI.</p>
<p>Diakhir pekan menjelang libur panjang indeks hanya naik tipis 1,708 poin (0,04%) ke level 3.797,151. Perdagangan saham relatif sepi dan tampaknya para investor sudah kurang bergairah mendekati liburan panjang.</p>
<p>Prediksi</p>
<p>Perdagangan saham pada pekan ini diperkirakan kurang bergairah. Para investor akan fokus pada liburan akhir tahun dan menyambut tahun baru 2012. Kendati demikian, potensi indeks untuk melanjutkan kenaikan masih tinggi sejalan dengan melonjaknya bursa global yang merespon pernyataan  European Central Bank (ECB) yang akan membantu pinjaman untuk bank-bank di Eropa.</p>
<div id="crp_related"><h3>Related Posts:</h3><ul><li><a href="http://www.cahyana.net/2011/06/05/indeks-stagnan/" rel="bookmark" class="crp_title">Indeks (IHSG) Stagnan</a></li><li><a href="http://www.cahyana.net/2012/01/02/diakhir-tahun-2011-ihsg-kembali/" rel="bookmark" class="crp_title">Diakhir tahun 2011, IHSG kembali ke level 3.800</a></li><li><a href="http://www.cahyana.net/2011/01/02/indeks-tampil-terbaik-di-asia-pasifik/" rel="bookmark" class="crp_title">Indeks (IHSG) Tampil Terbaik Di Asia Pasifik</a></li><li><a href="http://www.cahyana.net/2010/12/25/indeks-tertekan-konflik-korea/" rel="bookmark" class="crp_title">Indeks (IHSG) Tertekan Konflik Korea</a></li><li><a href="http://www.cahyana.net/2010/06/14/indek-bergerak-fluktuatif/" rel="bookmark" class="crp_title">Indek Bergerak Fluktuatif</a></li></ul></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.cahyana.net/2011/12/27/bursa-saham-mulai-sepi-transaksi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Peringkat Indonesia Naik Ke Investment Grade, Indeks Melaju Kencang</title>
		<link>http://www.cahyana.net/2011/12/19/peringkat-indonesia-naik-ke-investment/</link>
		<comments>http://www.cahyana.net/2011/12/19/peringkat-indonesia-naik-ke-investment/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 18 Dec 2011 22:44:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Analisa]]></category>
		<category><![CDATA[Saham]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.cahyana.net/?p=368</guid>
		<description><![CDATA[Pergerakan indeks sepanjang perdagangan sepekan lalu terus di bayangi seputar sentimen negatif situasi ekonomi global yang belum kondusif terutama dari krisis Eropa yang semakin memburuk. Investor cenderung menahan diri dan masih ragu untuk menempatkan dananya di pasar modal. Kendati demikian indeks diakhir pecan berhasil melaju kencang setelah Fitch Ratings menaikkan peringkat Indonesia ke &#8216;BBB-&#8217; atau [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pergerakan indeks sepanjang perdagangan sepekan lalu terus di bayangi seputar sentimen negatif situasi ekonomi global yang belum kondusif terutama dari krisis Eropa yang semakin memburuk. Investor cenderung menahan diri dan masih ragu untuk menempatkan dananya di pasar modal.  Kendati demikian indeks diakhir pecan berhasil melaju kencang setelah Fitch Ratings menaikkan peringkat Indonesia ke &#8216;BBB-&#8217; atau setara dengan Investment Grade. </p>
<p>Jumlah saham yang berhasil ditransaksikan mencapai 26,87 miliar lembar senilai 22,44 triliun rupiah dengan frekuensi perpindahan saham sebanyak  643.039 kali. Indeks sempat menempati posisi tertinggi di level 3.792,149 dan posisi terendah di level 3.701,540. </p>
<p>Diawal pecan Indeks berhasil rebound 32,540 poin (0,87%) ke level 3.792,149. Penguatan indeks mengikuti bursa regional menyambut positif rencana pengetatan anggaran oleh negara-negara Eropa dalam menghadapi krisis.  </p>
<p>Namun laju penguatan indeks kembali tertahan sentiment kekhawatiran seputar krisis utang di Eropa menyusul keluarnya penilaian dari sejumlah lembaga pemeringkat bahwa pemimpin Eropa tidak cukup mengambil kebijakan untuk mengatasi krisis utang. Indeks kembali terkoreksi 28,570 poin (0,75%) ke level 3.763,579. Rencana Moody&#8217;s mereview kembali rating hutang Negara-negara Eropa membuat bursa-bursa di regional kian terpuruk yang juga menyeret indeks BEI. </p>
<p>Setelah 3 (tiga) hari bursa mengalami tekanan jual saham dan indeks anjlok 90.609 poin, akhirnya mampu bangkit dari keterpurukan dan melaju kencang pada perdagangan menjelang libur akhir pecan. Indeks ditutup menguat hingga 66,814 poin (1,81%) ke level 3.768,354. Penguatan indeks mendapat sentiment positif dari penguatan bursa-bursa global dan keputusan Fitch Ratings yang menaikkan peringkat Indonesia ke &#8216;BBB-&#8217; atau setara dengan Investment Grade. Seperti diketahui, lembaga pemeringkat internasional Fitch Ratings telah menaikkan peringkat Indonesia ke level &#8216;Investment Grade&#8217; yang berarti setara dengan sejumlah negara-negara maju.  </p>
<p>Prediksi </p>
<p>Pola pergerakan indeks pada pecan ini masih terus dipengaruhi oleh perkembangan berita dari Eropa dan lesunya bursa regional. Para investor diperkirakan akan terus membuang saham-saham unggulan dengan belum adanya solusi yang pasti mengenai penyelesaian krisis di Eropa. </p>
<div id="crp_related"><h3>Related Posts:</h3><ul><li><a href="http://www.cahyana.net/2010/12/06/indeks-berfluktuasi-tajam-2/" rel="bookmark" class="crp_title">Indeks Berfluktuasi Tajam</a></li><li><a href="http://www.cahyana.net/2011/12/12/indeks-terganjal-rasa-pesimis/" rel="bookmark" class="crp_title">Indeks Terganjal Rasa Pesimis Tertanganinya Krisis Eropa</a></li><li><a href="http://www.cahyana.net/2011/11/21/indeks-kembali-dikepung-sentimen/" rel="bookmark" class="crp_title">Indeks Kembali Dikepung Sentimen Negatif</a></li><li><a href="http://www.cahyana.net/2011/10/31/indeks-tembus-level-psikologis/" rel="bookmark" class="crp_title">Indeks Tembus Level Psikologis 3.800</a></li><li><a href="http://www.cahyana.net/2011/12/05/optimisme-investor-mulai-pulih/" rel="bookmark" class="crp_title">Optimisme Investor Mulai Pulih</a></li></ul></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.cahyana.net/2011/12/19/peringkat-indonesia-naik-ke-investment/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Indeks Terganjal Rasa Pesimis Tertanganinya Krisis Eropa</title>
		<link>http://www.cahyana.net/2011/12/12/indeks-terganjal-rasa-pesimis/</link>
		<comments>http://www.cahyana.net/2011/12/12/indeks-terganjal-rasa-pesimis/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 11 Dec 2011 22:48:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Analisa]]></category>
		<category><![CDATA[Saham]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.cahyana.net/?p=365</guid>
		<description><![CDATA[Investor masih terus mencermati perkembangan penyelesaian krisis Eropa. Ketidakpastian penyelesaian masalah krisis hutang Eropa membuat investor semakin hati-hati dalam bertransaksi. Sejalan dengan keluarnya ancaman penurunan peringkat sebanyak 17 negara Eropa oleh Standard &#038; Poor&#8217;s membuat investor kian khawatir akan terjadinya resesi dan pelambatan ekonomi dunia. Banyak investor yang berusaha melepas portofolio sahamnya sehingga indeks kembali [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Investor masih terus mencermati perkembangan penyelesaian krisis Eropa. Ketidakpastian penyelesaian masalah krisis hutang Eropa membuat investor semakin hati-hati dalam bertransaksi. Sejalan dengan keluarnya ancaman penurunan peringkat sebanyak 17 negara Eropa oleh Standard &#038; Poor&#8217;s membuat investor kian khawatir akan terjadinya resesi dan pelambatan ekonomi dunia. Banyak investor yang berusaha melepas portofolio sahamnya sehingga indeks kembali dalam tekanan. Indeks sempat menguat signifikan dipicu adanya  harapan tertanganinya krisis oleh para pemimpin Eropa. Namun harapan tersebut kembali terhempas menyusul keluarnya pernyataan European Central Bank (ECB) dan penolakan Jerman  terhadap kebijakan dari draf kesimpulan pertemuan para pemimpin Eropa di Berlin. Akibatnya indeks kembali mendapat tekanan sampai perdagangan ditutup menjelang libur akhir pekan.</p>
<p>Indeks selama sepekan turun 20.227 poin. Jumlah saham yang berhasil ditransaksikan mencapai 19,40 miliar lembar senilai 17,35 triliun rupiah dengan frekuensi perpindahan saham sebanyak  486,525. Indeks sempat menempati posisi tertinggi di level 3.793,235 dan posisi terendah di level 3.752,674.</p>
<p>Diawal pekan indeks ditutup menguat tipis 0,957 poin (0,02%) ke level 3.780,793. Para investor belum berani menempatkan dana pada saham-saham unggulan dan masih menunggu perkembangan krisis utang Eropa. Naiknya indeks banyak ditopang aksi beli selektif pada saham-saham lapis dua. Sementara tekanan jual terjadi  pada saham-saham berbasis komoditas, properti dan infrastruktur.</p>
<p>Ancaman terjadinya resesi di Eropa dan melambatnya ekonomi AS membuat investor khawatir. Indeks langsung anjlok  28,119 poin (0,75%) ke level 3.752,674 mengikuti bursa regional. Keluarnya pengumuman  Standard &#038; Poor&#8217;s 500 yang menempatkan 17 negara di Eropa terancam penurunan peringkat utang terutama Jerman dan Perancis. Pengumuman Standard &#038; Poor&#8217;s langsung merontokan pergerakan bursa-bursa regional termasuk BEI. </p>
<p>Dipertengahan pekan indeks berhasil melonjak 40,561 poin (1,08%) ke level 3.793,235 mengikuti penguatan bursa Wall Street dan regional. Harapan tertanganinya krisis oleh para pemimpin Eropa dalam pertemuan di Berlin membuat investor sedikit semangat. Optimisme investor kian bertambah setelah Financial Times melaporkan para pemimpin Eropa akan mendiskusikan mekanisme untuk menambah dana. Seluruh indeks sektoral di lantai bursa BEI berada di zona positif. Penguatan indeks dipimpin oleh indeks sektor perdagangan, industri dasar dan aneka industri.</p>
<p>Aksi jual saham kembali melanda bursa saham menyusul keluarnya pernyataan European Central Bank (ECB) yang tidak akan secara agresif membeli obligasi negara-negara Eropa. Banyak investor sebelumnya menduga bahwa ECB akan berkomitmen membeli obligasi Eropa dalam jumlah besar untuk membantu pasar, ternyata harapan investor tersebut keliru. Pernyataan dari Bank Sentral Eropa (ECB) telah menghempaskan harapan akan tercapainya penyelesaian krisis Eropa. Indeks yang sebelumnya menguat segnifikan akhirnya kembali terkoreksi  11,474 poin (0,30%) ke level 3.781,761. Selain itu, harapan tertanggulanginya krisis dalam pertemuan para pemimpin Eropa di Berlin semakian pudar setelah Jerman menolak sejumlah proposal untuk menambah kekuatan dari dana bailout kawasan Eropa, termasuk memberikan lisensi perbankan European Stability Mechanism (ESM) dan menerbitkan surat utang biasa Eropa.</p>
<p>Rasa pesimis terhadap penyelesaian krisis Eropa terus membayangi investor sampai perdagangan di tutup menjelang libur akhir pekan. Apalagi muncul rumor bahwa pertemuan pemimpin Eropa gagal mencapai kesepakatan dalam penyelesian krisis Eropa semakin menimbulkan keragu-raguan di kalangan investor. Akibatnya aksi lepas saham kian deras dan indeks kembali terpangkas terkoreksi 22,152 poin (0,59%) ke level 3.759,609 beriringan dengan pelemahan bursa regional. </p>
<p>Prediksi</p>
<p>Indeks pada pekan ini diperkirakan rebound mengikuti pergerakan bursa wall street menyusul tercapainya kesepakatan negara-negara Eropa untuk memperketat anggarannya dalam memperbaiki kepercayaan pasar. Kesepakan tersebut dinilai investor global dapat memperbaiki masalah utang struktural di masing-masing negara Eropa, serta dapat menanggulangi krisis utang Eropa yang sudah berlangsung selama dua tahun.<br />
 Namun para investor masih menunggu langkah nyata negara-negara Eropa dalam menjalankan kesepakatan dan penanggulangan krisis.</p>
<div id="crp_related"><h3>Related Posts:</h3><ul><li><a href="http://www.cahyana.net/2011/10/31/indeks-tembus-level-psikologis/" rel="bookmark" class="crp_title">Indeks Tembus Level Psikologis 3.800</a></li><li><a href="http://www.cahyana.net/2011/11/28/indeks-mengalami-tekanan-jual/" rel="bookmark" class="crp_title">Indeks Mengalami Tekanan Jual Cukup Berat</a></li><li><a href="http://www.cahyana.net/2011/11/21/indeks-kembali-dikepung-sentimen/" rel="bookmark" class="crp_title">Indeks Kembali Dikepung Sentimen Negatif</a></li><li><a href="http://www.cahyana.net/2011/12/19/peringkat-indonesia-naik-ke-investment/" rel="bookmark" class="crp_title">Peringkat Indonesia Naik Ke Investment Grade, Indeks Melaju Kencang</a></li><li><a href="http://www.cahyana.net/2011/07/25/indeks-berkalikali-tembus-rekor-baru/" rel="bookmark" class="crp_title">Indeks (IHSG) Berkali-kali Tembus Rekor Baru</a></li></ul></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.cahyana.net/2011/12/12/indeks-terganjal-rasa-pesimis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Optimisme Investor Mulai Pulih</title>
		<link>http://www.cahyana.net/2011/12/05/optimisme-investor-mulai-pulih/</link>
		<comments>http://www.cahyana.net/2011/12/05/optimisme-investor-mulai-pulih/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 04 Dec 2011 23:00:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Analisa]]></category>
		<category><![CDATA[Saham]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.cahyana.net/?p=362</guid>
		<description><![CDATA[Posisi indeks yang sudah sangat jenuh jual (oversold) dimanfaatkan investor untuk mengakumulasi saham terutama saham-saham unggulan yang harganya sudah terdiskon tinggi. Namun krisis Eropa yang tak kunjun usai membuat investor masih ragu dalam mengambil posisi beli. Aksi beli saham kian menguat menyusul rencana Bank Sentral AS, Bank Sentral Eropa dan sejumlah bank sentral lain sepakat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Posisi indeks yang sudah sangat jenuh jual (oversold) dimanfaatkan investor untuk mengakumulasi saham terutama saham-saham unggulan yang harganya sudah terdiskon tinggi. Namun krisis Eropa yang tak kunjun usai membuat investor masih ragu dalam mengambil posisi beli. Aksi beli saham kian menguat menyusul rencana Bank Sentral AS, Bank Sentral Eropa dan sejumlah bank sentral lain sepakat untuk memberikan pinjaman kepada perbankan Eropa guna mencegah memburuknya krisis. Sayangnya, diakhir pekan rally indeks terganjal aksi profit taking investor.</p>
<p>Indeks selama sepekan naik  142,644 poin. Jumlah saham yang berhasil ditransaksikan mencapai 17,51 miliar lembar senilai 19,01 triliun rupiah dengan frekuensi perpindahan saham sebanyak 548.303 kali. Indeks sempat menempati posisi tertinggi di level  3.781,099 dan posisi terendah di level 3.647,049.</p>
<p>Diawal pekan indeks  berhasil ditutup menguat 9,857 poin (0,27%) ke level 3.647,049. Aksi beli saham dipicu sentiment teknikal dimana posisi indeks sudah jenuh jual (oversold). Suasana perdagangan belum terlalu ramai karena para investor masih menunggu kabar mengenai penyelesaian krisis utang Eropa.</p>
<p>Menguatnya bursa-bursa utama dunia terutama Wall Street ditutup melonjak 2,6% sekaligus mengakhiri masa pelemahan yang sudah berlangsung selama 7 hari berturut-turut.  Sentimen positif tersebut dimanfaatkan investor untuk melakukan aksi beli saham yang secara teknikal masih murah. Indeks terus menanjak menyambut positif rencana pemimpin-pemimpin Eropa yang akan segera mengambil kebijakan pengetatan anggaran demi menanggulangi krisis utang. </p>
<p>Indeks kian melonjak tajam 66,019 poin (1,77%) ke level 3.781,099 pada perdagangan Kamis (1/12/2011). Penguatan indeks mengikuti penguatan tajam bursa wall street dan regional setelah Bank Sentral AS, Bank Sentral Eropa dan sejumlah bank sentral lain sepakat untuk memberikan pinjaman dolar yang lebih murah kepada perbankan Eropa guna mencegah memburuknya krisis pada sistem finansial. Suasana perdagangan di lantai bursa cukup semarak menandakan optimisme investor mulai pulih. </p>
<p>Laju  kenaikan indeks akhirnya terganjal aksi profit taking  dan ditutup melemah tipis 1,263 poin (0,04%) ke level 3.779,836 pada perdagangan menjelang libur akhir pekan. Aksi profit taking investor dipicu Rencana Moody&#8217;s menurunkan rating Perancis dan sentiment teknikal. Laju kenaikan indeks selama 4 (empat) hari bursa berturut-turut sudah cukup tinggi dan beberapa saham unggulan penggerak bursa mulai mendekati area overbought.</p>
<p>Prediksi</p>
<p>Indeks masih rawan aksi profit taking dan para investor masih diliputi kekhawatiran perkembangan krisis utang Eropa. Secara teknikal ruang gerak kenaikan indeks sudah relatif terbatas karena mayoritas saham-saham unggulan sudah mendekati area jenuh beli. Kendati demikian, potensi indeks untuk melanjutkan rally pada pekan ini masih cukup besar mengikuti rebound dari bursa-bursa regional Asia.</p>
<div id="crp_related"><h3>Related Posts:</h3><ul><li><a href="http://www.cahyana.net/2011/09/19/setelah-terpuruk-selama-lima-hari-indeks-berhasil-rebound/" rel="bookmark" class="crp_title">Setelah Terpuruk Selama Lima Hari, Indeks Berhasil Rebound</a></li><li><a href="http://www.cahyana.net/2011/10/31/indeks-tembus-level-psikologis/" rel="bookmark" class="crp_title">Indeks Tembus Level Psikologis 3.800</a></li><li><a href="http://www.cahyana.net/2010/12/19/indeks-terjun-bebas/" rel="bookmark" class="crp_title">Indeks (IHSG) Terjun Bebas</a></li><li><a href="http://www.cahyana.net/2011/11/07/rally-indeks-terganjal-bergugurannya/" rel="bookmark" class="crp_title">Rally Indeks Terganjal Bergugurannya Bursa Saham Eropa</a></li><li><a href="http://www.cahyana.net/2011/09/26/bursa-saham-suram-investor-panik/" rel="bookmark" class="crp_title">Bursa Saham Suram, Investor Panik</a></li></ul></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.cahyana.net/2011/12/05/optimisme-investor-mulai-pulih/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Indeks Mengalami Tekanan Jual Cukup Berat</title>
		<link>http://www.cahyana.net/2011/11/28/indeks-mengalami-tekanan-jual/</link>
		<comments>http://www.cahyana.net/2011/11/28/indeks-mengalami-tekanan-jual/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 27 Nov 2011 22:59:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Analisa]]></category>
		<category><![CDATA[Saham]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.cahyana.net/?p=356</guid>
		<description><![CDATA[Rasa pesimis investor terhadap penanganan krisis Eropa dan tercapainya kesepakatan penanganan defisit AS semakin menggerus bursa saham. Kekhawatiran investor memuncak menyusul penjualan surat utang Jerman yang tidak laku, sehingga memunculkan spekulasi krisis mulai memasuki Jerman. Rendahnya permintaan terhadap surat utang Jerman menunjukkan investor melihat investasi di kawasan Eropa masih sangat berisiko. Derasnya aksi lepas saham [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Rasa pesimis investor terhadap penanganan krisis Eropa dan tercapainya kesepakatan penanganan defisit AS semakin menggerus bursa saham. Kekhawatiran investor memuncak menyusul penjualan surat utang Jerman yang tidak laku, sehingga memunculkan spekulasi krisis mulai memasuki Jerman. Rendahnya permintaan terhadap surat utang Jerman menunjukkan investor melihat investasi di kawasan Eropa masih sangat berisiko.</p>
<p>Derasnya aksi lepas saham menyebabkan indeks selama sepekan terpangkas 111,308 poin. Jumlah yang berhasil ditransaksikan mencapai 18,44 miliar lembar senilai 16,45 triliun rupiah dengan frekuensi perpindahan saham sebanyak 470,328 kali. Indeks sempat menempati posisi tertinggi di level 3.735,532 dan posisi terendah di level 3.637,192.</p>
<p>Diawal pekan indeks terpangkas 74,671 poin (1,99%) ke level 3.679,829. Derasnya tekanan jual pada saham-saham tambang dan bank membuat indeks anjlok paling parah diantara bursa-bursa Asia. Bahkan indeks sempat anjlok sangat dalam namun secara perlahan-lahan menguat kembali. Para investor kian pesimis dengan perkembangan krisis utang Eropa yang semakin memanas menyusul naiknya beban utang di negara-negara Eropa. Kini giliran Jerman diprediksi akan terbebani naiknya imbal hasil (yield) surat utang setelah Prancis dan Spanyol. Situasi ini membuat bursa-bursa di Eropa terpuruk dengan koreksi yang cukup signifikan.</p>
<p>Setelah terpuruk cukup dalam, indeks akhirnya berhasil rebound 55,703 poin (1,51%) ke level 3.735,532. Aksi borong di semua lapisan saham menjadikan indeks menguat paling tinggi di Asia. Posisi indeks yang sudah sangat jenuh jual dimanfaatkan investor untuk mengoleksi saham-saham yang sudah murah. Saham-saham unggulan yang rata-rata sudah turun tajam  menjadi incaran investor.</p>
<p>Dipertengahan pekan indeks kembali terseret pelemahan bursa-bursa regional dan 48,524 poin (1,30%) ke level 3.687,008. Bursa-bursa regional mengalami tekanan jual cukup hebat akibat sentimen krisis utang Eropa. Bursa saham Hong Kong anjlok paling dalam dengan koreksi lebih dari dua persen. Indeks mengakhiri perdagangan diakhir pekan kian ambles 58,840 poin (1,60%) ke level 3.637,192. Meski secara teknikal, mayoritas saham unggulan sudah jenuh jual namun para invetor terus melanjukan aksi lepas saham. Para investor masih khawatir tentang krisisi utang Eropa dan potensi perlambatan ekonomi dunia.</p>
<p>Prediksi</p>
<p>Perkembangan krisis utang Eropa ditambah undersubscribed penerbitan surat hutang Jerman masih akan menjadi fokus perhatian investor. Namun posisi indeks yang sudah sangat jenuh jual akan memunculkan potensi aksi beli, dan mendorong investor mulai kembali masuk ke bursa. </p>
<div id="crp_related"><h3>Related Posts:</h3><ul><li><a href="http://www.cahyana.net/2010/05/24/ihsg-kian-anjlok-tertekan-bursa-global/" rel="bookmark" class="crp_title">IHSG Kian Anjlok Tertekan Bursa Global</a></li><li><a href="http://www.cahyana.net/2011/12/12/indeks-terganjal-rasa-pesimis/" rel="bookmark" class="crp_title">Indeks Terganjal Rasa Pesimis Tertanganinya Krisis Eropa</a></li><li><a href="http://www.cahyana.net/2011/11/21/indeks-kembali-dikepung-sentimen/" rel="bookmark" class="crp_title">Indeks Kembali Dikepung Sentimen Negatif</a></li><li><a href="http://www.cahyana.net/2011/08/23/investor-kembali-panik/" rel="bookmark" class="crp_title">Investor Kembali Panik</a></li><li><a href="http://www.cahyana.net/2011/12/05/optimisme-investor-mulai-pulih/" rel="bookmark" class="crp_title">Optimisme Investor Mulai Pulih</a></li></ul></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.cahyana.net/2011/11/28/indeks-mengalami-tekanan-jual/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Indeks Kembali Dikepung Sentimen Negatif</title>
		<link>http://www.cahyana.net/2011/11/21/indeks-kembali-dikepung-sentimen/</link>
		<comments>http://www.cahyana.net/2011/11/21/indeks-kembali-dikepung-sentimen/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 20 Nov 2011 23:04:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Analisa]]></category>
		<category><![CDATA[Saham]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.cahyana.net/?p=358</guid>
		<description><![CDATA[Sentimen negatif masih terus membayangi pergerakan indeks. Krisis di Eropa yang berkepanjangan masih menjadi fokus perhatian investor dengan mengambil langkah mengamankan portofolio sahamnya. Bursa-bursa di regional semakin terpuruk akibat maraknya tekanan jual saham, bersamaan dengan upaya dari para pemimpin Eropa untuk menghasilkan kebijakan baru agar bisa keluar dari krisis. Indeks selama sepekan turun 24,385 poin. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sentimen negatif masih terus membayangi pergerakan indeks. Krisis di Eropa yang berkepanjangan masih menjadi fokus perhatian investor dengan mengambil langkah mengamankan portofolio sahamnya. Bursa-bursa di regional semakin terpuruk akibat maraknya tekanan jual saham, bersamaan dengan upaya dari para pemimpin Eropa untuk menghasilkan kebijakan baru agar bisa keluar dari krisis.</p>
<p>Indeks selama sepekan turun 24,385 poin. Jumlah saham yang berhasil ditransaksikan mencapai 19,11 miliar lembar senilai 17,28 triliun rupiah dengan frekuensi perpindahan saham sebanyak 449.798 kali. Indeks sempat menempati posisi tertinggi di level 3.833,040 dan posisi terendah di level 3.754,500.</p>
<p>Diawal pekan indeks ditutup naik 54,155 poin (1,43%) ke level 3.833,040. Kenaikan indeks ditopang aksi beli pada saham-saham unggulan dan lapis dua. Kabar baik dari penyelesaian krisis utang Eropa dan pulihnya tingkat konsumsi di AS memberi semangat kepada para investor di bursa regional Asia termasuk BEI. Selain itu, berita pergantian Perdana Menteri di Yunani dan Italia berhasil mendorong aksi beli saham. Namun transaksi investor masih belum maksimal dan tampaknya masih menunggu perkembangan krisis utang Eropa, terutama langkah dari Perdana Menteri baru Italia dan Yunani yang kini sedang menyusun kebijakan untuk segera keluar dari kriris. </p>
<p>Masih tingginya kekhawatiran terhadap krisis utang Eropa yang tak kunjung usai membuat kenaikan indeks pada hari sebelumnya dimanfaatkan oleh investor melakukan aksi profit taking. Indeks sempat meluncur tajam ke zona negatif, namun secara perlahan-lahan tekanan profit taking sedikit mereda terutama adanya aksi beli pada saham-saham berbasis agribisnis, dan akhirnya indeks ditutup melemah tipis 25,760 poin (0,68%) ke level 3.807,280. </p>
<p>Tekanan jual saham kian marak menyusul keluarnya peringatan dari Fitch Ratings bahwa perbankan AS bisa terseret imbas krisis dari Eropa. Indek terus berada di zona negatif sampai perdagangan ditutup menjelang libur akhir pekan, melemah 37,753 poin (1,00%) ke level 3.754,500. Diakhir pekan, investor asing maupun lokal tampak berlomba-lomba melepas saham dipicu berita melonjaknya imbal hasil (yield) obligasi Prancis dan Spanyol, yang mengindikasikan bahwa krisis utang Eropa masih jauh dari selesai.</p>
<p>Prediksi</p>
<p>Para investor diperkirakan masih tertekan oleh kekhawatiran krisis utang di Eropa yang berkepanjangan, apalagi para pemimpin di Eropa masih berdebat soal solusi penyelesaian krisis. Sentimen negatif juga muncul dari Gerakan &#8216;Occupy Wall Street&#8217; di AS menular ke Inggris. Di Inggris muncul gerakan &#8216;Occupy London Stock Exchange (LSX)&#8217; yang dilakukan aktivis anti kapitalis. </p>
<div id="crp_related"><h3>Related Posts:</h3><ul><li><a href="http://www.cahyana.net/2011/11/14/pergerakan-indeks-penuh-volatilitas/" rel="bookmark" class="crp_title">Pergerakan Indeks Penuh Volatilitas</a></li><li><a href="http://www.cahyana.net/2011/12/12/indeks-terganjal-rasa-pesimis/" rel="bookmark" class="crp_title">Indeks Terganjal Rasa Pesimis Tertanganinya Krisis Eropa</a></li><li><a href="http://www.cahyana.net/2011/07/17/indeks-raih-rekor-baru-di-level-4023/" rel="bookmark" class="crp_title">Indeks (IHSG) Raih Rekor Baru di Level 4023</a></li><li><a href="http://www.cahyana.net/2011/12/19/peringkat-indonesia-naik-ke-investment/" rel="bookmark" class="crp_title">Peringkat Indonesia Naik Ke Investment Grade, Indeks Melaju Kencang</a></li><li><a href="http://www.cahyana.net/2011/10/31/indeks-tembus-level-psikologis/" rel="bookmark" class="crp_title">Indeks Tembus Level Psikologis 3.800</a></li></ul></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.cahyana.net/2011/11/21/indeks-kembali-dikepung-sentimen/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pergerakan Indeks Penuh Volatilitas</title>
		<link>http://www.cahyana.net/2011/11/14/pergerakan-indeks-penuh-volatilitas/</link>
		<comments>http://www.cahyana.net/2011/11/14/pergerakan-indeks-penuh-volatilitas/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 13 Nov 2011 23:08:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Analisa]]></category>
		<category><![CDATA[Saham]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.cahyana.net/?p=360</guid>
		<description><![CDATA[Perdagangan saham yang terjadi sepekan lalu penuh dengan volatilitas terpengaruh oleh berita-berita seputar krisis Eropa. Melonjaknya yield surat hutang Italy diatas 7% menjadi sentimen negatif bagi bursa regional, bahkan langkah BI menurunkan kembali BI Rate gagal mengangkat indeks. Disisi lain, berlarut-larutnya penyelesaian krisis hutang di Eropa dan bahkan berimbas pada politik di Yunani dan Italia, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Perdagangan saham yang terjadi sepekan lalu penuh dengan volatilitas terpengaruh oleh berita-berita seputar krisis Eropa. Melonjaknya yield surat hutang Italy diatas 7% menjadi sentimen negatif bagi bursa regional, bahkan langkah BI menurunkan kembali BI Rate gagal mengangkat indeks. Disisi lain, berlarut-larutnya penyelesaian krisis hutang di Eropa dan bahkan berimbas pada politik di Yunani dan Italia, yang dikhawatirkan akan menyebabkan penyelesaian krisis semakin berkepanjangan. </p>
<p>Jumlah saham yang berhasil ditransaksikan mencapai 19.36 miliar lembar senilai 18.09 triliun rupiah dengan frekuensi perpindahan saham sebanyak 496.768 kali. Indeks sempat menempati posisi tertinggi di level 3.857,363 dan posisi terendah di level 3.778,240 </p>
<p>Diawal pecan, transaksi saham kurang bergairah menyebabkan indeks turun tipis 5,388 poin (0,15%) ke level 3.778,240. Para investor melakukan aksi tunggu sampai ada kepastian mengenai penyelamatan Yunani, setelah pengunduran Perdana Menteri George Papandreou. Wait and see investor diikuti aksi profit tatking terutama pada saham-saham berbasis tambang dan properti.</p>
<p>Dipertengahan pecan Indeks berhasil  naik 51,715 poin (1,35%) ke level 3.857,363. Rencana mundur Perdana Menteri Italia Silvio Berlusconi memberi sinyal positif terhadap penyelesaian krisis Eropa. Para investor global berharap pengunduran diri Berlusconi bisa menjadi titik awal bagi Italia untuk keluar dari krisis. Pengunduran diri itu memunculkan optimisme hadirnya pemimpin baru yang lebih agresif menangani krisis utang di Italia, karena selama Berlusconi berkuasa, banyak keraguan pemerintah Italia dalam melakukan reformasi ekonomi.</p>
<p>Memburuknya kondisi krisis hutang Eropa terutama setelah yield surat hutang Italy naik diatas 7% berimbas  negatif ke bursa saham global dan regional. Di bursa Efek Indonesia, para investor baik local maupun asing berlomba-lomba melakukan aksi lepas saham. Maraknya aksi lepas saham membuat indeks anjlok hingga  73,482 poin (1,91%) ke level 3.783,881. Indeks sempat jatuh cukup tajam hingga 99,443 poin (2,58%) ke level 3.757,920, namun laju pelemahan indeks sedikit tertahan setelah BI menurunkan BI rate 50 basis poin menjadi 6%. Aksi lepas saham terus berlanjut dan indeks terus mengalami tekanan. Pergerakan indeks berakhir ditutup turun  tipis 4,996 poin (0,14%) ke level 3.778,885 pada perdagangan menjelang libur akhir pekan. </p>
<p>Prediksi</p>
<p>Rebound bursa-bursa utama dunia diharapkan bisa membawa kembali indeks ke teritori positif. Keluarnya kesepakatan senat Italia untuk melakukan reformasi ekonomi membuat investor global sedikit lega. Disisi lain, sentiment penurunan BI rate akan menambah tingkat kepercayaan investor.</p>
<div id="crp_related"><h3>Related Posts:</h3><ul><li><a href="http://www.cahyana.net/2011/11/21/indeks-kembali-dikepung-sentimen/" rel="bookmark" class="crp_title">Indeks Kembali Dikepung Sentimen Negatif</a></li><li><a href="http://www.cahyana.net/2011/11/07/rally-indeks-terganjal-bergugurannya/" rel="bookmark" class="crp_title">Rally Indeks Terganjal Bergugurannya Bursa Saham Eropa</a></li><li><a href="http://www.cahyana.net/2011/07/17/indeks-raih-rekor-baru-di-level-4023/" rel="bookmark" class="crp_title">Indeks (IHSG) Raih Rekor Baru di Level 4023</a></li><li><a href="http://www.cahyana.net/2011/07/04/ihsg-ukir-rekor-tertinggi-baru/" rel="bookmark" class="crp_title">Indeks (IHSG) Ukir Rekor Tertinggi Baru</a></li><li><a href="http://www.cahyana.net/2011/09/19/setelah-terpuruk-selama-lima-hari-indeks-berhasil-rebound/" rel="bookmark" class="crp_title">Setelah Terpuruk Selama Lima Hari, Indeks Berhasil Rebound</a></li></ul></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.cahyana.net/2011/11/14/pergerakan-indeks-penuh-volatilitas/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Rally Indeks Terganjal Bergugurannya Bursa Saham Eropa</title>
		<link>http://www.cahyana.net/2011/11/07/rally-indeks-terganjal-bergugurannya/</link>
		<comments>http://www.cahyana.net/2011/11/07/rally-indeks-terganjal-bergugurannya/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 06 Nov 2011 22:34:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Analisa]]></category>
		<category><![CDATA[Saham]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.cahyana.net/?p=353</guid>
		<description><![CDATA[Perdagangan saham selama sepakan lalu ditandai dengan fluktuasi indeks yang cukup signifikan. Indeks sempat terpangkas signifikan akibat aksi profit taking yang kemudian berlanjut menjadi aksi lepas saham. Bangkrutnya perusaahan keuangan MF Global dan langkah Perdana Menteri Yunani yang secara mengejutkan akan mengadakan referendum atas rencana bailout dari Eropa memicu kekhawatiran dikalangan investor. Disisi lain langkah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Perdagangan saham selama sepakan lalu ditandai dengan fluktuasi indeks yang cukup signifikan. Indeks sempat terpangkas signifikan akibat aksi profit taking yang kemudian berlanjut menjadi aksi lepas saham. Bangkrutnya perusaahan keuangan MF Global dan langkah Perdana Menteri Yunani yang secara mengejutkan akan mengadakan referendum atas rencana bailout dari Eropa memicu kekhawatiran dikalangan investor. Disisi lain langkah Bank Sentral AS yang akan melakukan upaya lebih pada perekonomian AS, dan  Bank Sentral Eropa melakukan pemangkasan suku bunga menjadi sentimen yang menggembirakan bagi para investor. Saham-saham yang sudah berharga murah kembali di buru investor dan indeks berhasil rebound dengan kenaikan signifikan.</p>
<p>Jumlah saham yang berhasil ditransaksikan mencapai 25,43 milyar lembar senilai 21,60 triliun rupiah dengan frekuensi perpindahan saham sebanyak 641.070 kali. Indeks sempat menempati posisi tertinggi di level  3.790,847 dan posisi terendah di level 3.685,012</p>
<p>Diawal pekan Indeks terpangkas 39,113 poin (1,03%) ke level 3.790,847. Koreksi indeks akibat aksi ambil untung hampir di seluruh sektor saham, kecuali sektor agribisnis yang bertahan menguat tipis. Maraknya aksi profit taking membuat indeks sama sekali tak mampu menyentuh zona positif, dengan mengabaikan sentimen positif membaiknya kinerja emiten di triwulan III-2011. Secara teknikal, aksi profit taking tersebut cukup wajar karena indeks sudah naik cukup tinggi setelah mengalami relly selama 4 hari bursa berturut-turut pada pekan sebelumnya. Selain faktor teknikal, koreksi indeks juga dipicu sentimen masih terpuruknya bursa-bursa regional. Sentimen negatif kembali datang dari merosotnya bursa Wall Street menyusul bangkrutnya MF Global. Perusahaan keuangan MF Global Holdings akhirnya mendaftarkan perlindungan kebangkrutan karena membuat pertaruhan besar pada surat utang Eropa.</p>
<p>Aksi lepas saham kian gencar menyebabkan indeks ditutup anjlok 105,835 poin (2,79%) ke level 3.685,012. Derasnya tekanan jual saham dipicu bergugurannya bursa-bursa Eropa  setelah pengumuman perdana menteri Yunani mengenai adanya referendum terhadap kesepakatan bailout terbaru. Bursa Yunani jatuh 6,8% dan menekan bursa-bursa di Eropa yang akhirnya berimbas negatif ke bursa-bursa regional.</p>
<p>Perdana Menteri Yunani George Papandreou secara mengejutkan membuat pengumuman akan mengadakan referendum atas rencana penyelamatan dari Eropa yang bernilai 130 miliar euro. Yunani juga mengajukan rencana untuk penghapusan 50% dari utangnya yang sangat besar. Rencana Yunani itu langsung menaikkan kemungkinan gagal bayar utang jika Yunani benar-benar menerapkan voting. Kekhawatiran investor adalah rencana Yunani tersebut bisa menggalkan upaya penyelamatan dan bahkan krisis bisa meluas ke negara lain di Eropa seperti Italia.</p>
<p>Dipertengahan pekan indeks akhirnya berhasil rebound 78,022 poin (2,11%) ke level 3.763,034. Rebound indeks dipicu sentimen positif hasil pertemuan The Federal Reserves  AS. Investor merasa optimistis setelah Bank Sentral AS menyatakan akan melakukan upaya lebih pada perekonomian AS jika kondisi membutuhkannya. Pernyataan itu mampu meredam kekhawatiran investor terhadap kondisi krisis Eropa yang tak kunjung mereda. Para ekonom AS menginterprestasikan upaya lebih dari The Fed adalah mempertahankan suku bunga rendah sampai angka pengangguran mencapai 7,5%, dan inflasi tidak mencapai angka 3%. Namun indeks kembali terpangkas 57,224 poin (1,53%) ke level 3.705,810. Perhatian investor kembali tertuju pada hasil dari pertemuan G20. Investor masih belum yakin penanganan krisis utang Eropa akan berjalan dengan baik.</p>
<p>Diakhir pekan indeks berhasil menguat tajam 77,818 poin (2,10%) ke level 3.783,628, beriringan dengan penguatan bursa regional yang signifikan. Indeks sempat menembus level 3.800 sebelum akhirnya surut karena profit taking. Sejak awal perdagangan, indeks langsung menguat merespons penguatan bursa Wall Street dan regional. Bursa-bursa global menguat berkat Bank Sentral Eropa yang memberikan kejutan awal yang menggembirakan kepada para investor dengan pemangkasan suku bunga. Ini diinterprestikasikan sebagai sinyal positif untuk mengatasi krisis di kawasan Eropa. Saham-saham sektor finansial tercatat menguat paling tajam didorong optimisme investor mengenai krisis Eropa tidak akan menjalar ke sektor finansial.</p>
<p>Prediksi</p>
<p>Masih tingginya tarik menarik sentimen membuat pola pergerakan indeks pada pekan ini masih seperti yang terjadi pada pekan sebelumnya. Para investor glogal tampaknya masih diliputi kekhawatiran kisruh Yunani bakal menjalar ke Eropa. Selain itu, para investor kecewa karena pertemuan G20 gagal menghasilkan progres untuk membentuk fasilitas kestabilan keuangan Eropa. Satu-satunya harapan investor adalah membaiknya kinerja emiten di triwulan III-2011.</p>
<div id="crp_related"><h3>Related Posts:</h3><ul><li><a href="http://www.cahyana.net/2011/09/19/setelah-terpuruk-selama-lima-hari-indeks-berhasil-rebound/" rel="bookmark" class="crp_title">Setelah Terpuruk Selama Lima Hari, Indeks Berhasil Rebound</a></li><li><a href="http://www.cahyana.net/2011/11/14/pergerakan-indeks-penuh-volatilitas/" rel="bookmark" class="crp_title">Pergerakan Indeks Penuh Volatilitas</a></li><li><a href="http://www.cahyana.net/2011/11/21/indeks-kembali-dikepung-sentimen/" rel="bookmark" class="crp_title">Indeks Kembali Dikepung Sentimen Negatif</a></li><li><a href="http://www.cahyana.net/2011/10/31/indeks-tembus-level-psikologis/" rel="bookmark" class="crp_title">Indeks Tembus Level Psikologis 3.800</a></li><li><a href="http://www.cahyana.net/2011/12/05/optimisme-investor-mulai-pulih/" rel="bookmark" class="crp_title">Optimisme Investor Mulai Pulih</a></li></ul></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.cahyana.net/2011/11/07/rally-indeks-terganjal-bergugurannya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Indeks Tembus Level Psikologis 3.800</title>
		<link>http://www.cahyana.net/2011/10/31/indeks-tembus-level-psikologis/</link>
		<comments>http://www.cahyana.net/2011/10/31/indeks-tembus-level-psikologis/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 30 Oct 2011 23:06:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Analisa]]></category>
		<category><![CDATA[Saham]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.cahyana.net/?p=350</guid>
		<description><![CDATA[Sentimen positif masih terus menaungi bursa saham. Penguatan tajam bursa wall street dan regional menjadi sentimen yang menggerakkan indeks selama sepekan lalu. Para investor kembali bergairah menyusul keluarnya kesepakatan para pemimpin Eropa untuk mengatasi krisis utang. Indeks selama sepekan berhasil naik 209.296, menembus kembali level psikologis 3.800. Jumlah saham yang berhasil ditransaksikan mencapai 28,51 milyar [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sentimen positif masih terus menaungi bursa saham. Penguatan tajam bursa wall street dan regional menjadi sentimen yang menggerakkan indeks selama sepekan lalu. Para investor kembali bergairah menyusul keluarnya kesepakatan para pemimpin Eropa untuk mengatasi krisis utang.</p>
<p>Indeks selama sepekan berhasil naik 209.296, menembus kembali level psikologis 3.800. Jumlah saham yang berhasil ditransaksikan mencapai 28,51 milyar lembar senilai 26,83 trilyun rupiah dengan frekuensi perpindahan saham sebanyak 704.761 kali. Indeks sempat menempati posisi tertinggi di level  3,829.960 dan posisi terendah di level 3,706.782.</p>
<p>Diawal pekan indeks berhasil menembus level psikologis 3.700 setelah naik 86,118 poin (2,37%) ke level 3.706,782. Penguatan signifikan di bursa regional memberikan semangat pada investor di BEI untuk memburu saham-saham unggulan. Investor semakin percaya diri setelah pemerintah Perancis menyatakan langkah penyelematan krisis utang Eropa bisa segera disepakati.</p>
<p>Aksi beli saham kian marak menyusul tingginya optimisme investor pasca pertemuan para pemimpin Eropa dalam menyelesaikan krisis utang. Indeks kembali bertengger di level 3.800. Investor merasa cukup nyaman dengan hasil pertemuan dari pemimpin Eropa untuk mengatasi krisis utangnya. Para pemimpin Eropa, IMF dan para bankir mencapai kesepakatan untuk dana penyelamatan hingga US$ 1,4 triliun.</p>
<p>Diakhir pekan rally indeks sedikit tersendat oleh aksi ambil untung ditengah tingginya laju kenaikan indeks bursa-bursa regional. Aksi profit taking memang wajar terjadi setelah indeks menguat signifikan 3 (tiga) hari bursa berturut-turut. Meski diwarnai aksi profit taking, indeks masih mampu menguat 16,956 poin (0,44%) ke level 3.829,960.</p>
<p>Prediksi</p>
<p>Sentimen positif masih beredar di bursa saham seiring optimisme investor dalam menyikapi  kemajuan penyelesaian krisis utang di Eropa. Penguatan indeks diperkirakan masih berlanjut mengikuti kondisi di bursa wall street dan regional yang melalu dengan kencang. Kendati demikian, para investor masih hat-hati dalam bertransaksi menunggu rincian dari rencana penanganan krisis Eropa.</p>
<div id="crp_related"><h3>Related Posts:</h3><ul><li><a href="http://www.cahyana.net/2011/12/12/indeks-terganjal-rasa-pesimis/" rel="bookmark" class="crp_title">Indeks Terganjal Rasa Pesimis Tertanganinya Krisis Eropa</a></li><li><a href="http://www.cahyana.net/2011/12/05/optimisme-investor-mulai-pulih/" rel="bookmark" class="crp_title">Optimisme Investor Mulai Pulih</a></li><li><a href="http://www.cahyana.net/2011/11/21/indeks-kembali-dikepung-sentimen/" rel="bookmark" class="crp_title">Indeks Kembali Dikepung Sentimen Negatif</a></li><li><a href="http://www.cahyana.net/2011/11/07/rally-indeks-terganjal-bergugurannya/" rel="bookmark" class="crp_title">Rally Indeks Terganjal Bergugurannya Bursa Saham Eropa</a></li><li><a href="http://www.cahyana.net/2011/12/19/peringkat-indonesia-naik-ke-investment/" rel="bookmark" class="crp_title">Peringkat Indonesia Naik Ke Investment Grade, Indeks Melaju Kencang</a></li></ul></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.cahyana.net/2011/10/31/indeks-tembus-level-psikologis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

